Jurus Tatapan Memohon Part2
Setelah bertahun-ahun berlalu,jurus tatapan memohon itu berguna lagi…
Ceritanya bulan puasa kemaren…di jadwalkan rabu pagi jam 7teng aqu harus presentasi di kelas pemodelan, didepan tiga dosen dan separo anak matematik angkatan 2005…. Jadilah malem sebelumya aqu menyiapkan semua bahan, dan ngafalin beberapa teori ampe jam 1 malem… jam 3 paginya aqu mesti bangun buat sahur,..dengan niat ga usah tidur lagi bis sahur…..
Hp berdering,..berisik…setengah marah aqu menjawabnya..
aqu: napa???
penelpon: woy..dimane lw??udah setengah delapan nich…
bujug buneng…gw ketiduran,..
akhirnya dengan mata bengkak karena mandi cuma cipak-cipuk,aqu tergesa-gesa ke kampus..mana jam segitu angkot susah, jadi lah aqu jalan!!JALAN!!! nafas masih terengah2 karna setengah berlari, wajah bantal masih melekat, jam 8 teng aqu berdiri di depan kelas… Spontan wajah ketiga orang dosen itu menatapqu entah apa yg mereka pikirkan (a. baru datang jam segini?? b. gelandangan darimana tuch yg minta sumbangan??)…fiuh…
tiba-tiba terlintas……tatapan memohon…
jurus tatapan memohon (versi mata bengkak) itu ternyata masih ampuh, entah aqu yg pintar beracting atau karena mereka iba setelah mempertanyakan pilihan ‘b’ di atas…yang jelas aqu di ijinkan untuk memulai presentasi…hehe
Aku Kecewa
Ada apa dengan putra-putri bangsa?
tadi kulihat di berita, ada demo mahasiswa..
tapi koq seperti itu??
merusak,menghancurkan,membakar,menyerang dengan brutal..
apa seperti itu reformasi??
apa seperti itu mahasiswa??
mudah terprofokasi??
apa seperti itu putraputri bangsa??
hanya bisa menuntut, caci maki, tanpa bisa memberi solusi….
aqu kecewa
Cerita Dari Teman
Minggu, 22 juni 2008…seorang teman (Heru) ngesem’es yang isinya…
Tadi jalan dari Sudirman, Thamrin, Kuningan, sampe terminal Kalideres…
Gedung2 menjulang, keindahan kota, sampai aliran sungai yang sudah menghantam daerah kumuh.
Mobil2 mewah, busway yang penuh sesak tapi masih nyaman, Bajaj yang susah cari penumpang,sampe metromini yg didalamnya bau keringat dan debu.
perumahan mentri yang dindingnya kaya tembok berlin…susah digambarin Q…
Apakah itu sudah mewakili Indonesia? begitu nyata timpangnya?
apa kita orang2 muda tak tergerak hatinya?? jangan sampe kita juga ga punya hati nurani seperti beliau2 yg di atas sana…
Lam Kenal
Akhirnya bikin blog juga, setelah dikompor-komporin ama mang2 yang jual kompor bernama Denory Gumalay. Akhirnya jadilah d’chocolatodesperado….
Tapi sebelumnya karna
Tak kenal maka tak sayang
Maka marilah kita menumpang mandi… (???)